HIKMAH RAMADHAN

HIKMAH RAMADHAN

TADARUS AL-QUR'AN

TADARUS AL-QUR’AN

Ada satu perbedaan yang menyolok antara Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan kita para umatnya yang hidup dijaman sekarang ini yakni soal menyikapi amal shaleh.

Rosulullah SAW dan para sahabat melihat amal shaleh adalah sebuah peluang dan kesempatan yang besar yang tak ternilai harganya sehingga saat-saat kehilangan peluang tersebut mereka merasa sangat sedih karena mereka masih merasa belum optimal dalam mengisi peluang amal shaleh tsb. Sehingga tidaklah heran, manusia pilihan sekaliber Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin masuk surga dan dihapuskan segala dosanya masih rajin menunaikkan sholat malam, demikian juga para sahabatnya.

Lalu bagaimana dengan kita yang belum ada apa-apanya?

Dalam menyongsong berakhirnya bulan Ramadhan Rosulullah dan para sahabatnya menumpahkan kesediahan yang amat dalam karena akan berlalunya sebuah kesempatan yang sangat besar untuk mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Sehingga banyak diantara mereka menangis, takut, khawatir, kalau-kalau ditahun berikutnya tidak bisa lagi bertemu dengan bulan Ramadhan.

Lalu bagaimana dengan kita umatnya yang sekarang ini ?

Aneh tapi nyata, itulah yang terjadi ditengah umat Nabi Muhammad SAW sekarang ini. Kalau dulu Nabi dan para sahabatnya begitu sedih mengakhiri Ramadhan, kita umatnya yang sekarang malah merasakan kegembiraan yang amat sangat dalam meninggalkan bulan Ramadhan. Kita seakan merasa bebas dari kekangan yang membatasi dari makan, minum, bicara dan bergaul bebas. Kita seakan-akan sudah merasa cukup banyak beramal di bulan Ramadhan. Akibatnya banyak diantara kita, pasca Ramadhan kembali tenggelam dalam lautan dosa dan kemaksiatan, kembali lagi pada keadaan sebelum ramadhan. Sehingga hasil pendidikan masuk madrasah Ramadhan selama satu bulan penuh tidak membekas sama sekali. Inilah orang-orang yang rugi.

Kalau dulu Rosul dan para sahabat sangat sibuk sekali beribadah dan beri’tikaf ketika diakhir Ramadhan, kita umatnya yang sekarang diakhir-akhir Ramadhan juga ikut sibuk, tapi sibuk ngurusi persiapan lebaran, sibuk nanti lebaran pakaian model apa, sibuk ngurusin kue-kue lebaran, sibuk mempercantik rumah nanti banyak tamu yang melihat, sehingga meninggalkan ibadah yang seharusnya dijadikan prioritas utama.

Kalau dulu dalam mengakhiri Ramadhan, Rosul rajin i’tikaf di masjid, kita umatnya mengakhiri Ramadhan, pagi-pagi buta sudah sibuk dipasar ngurusin belanja.

Memang tidak dilarang, berbelanja, ngurusin pakaian lebaran, kue-kue lebaran dsb, tapi yang lebih penting dari semua itu yakni dalam mengakhiri Ramadhan kita semakin memanfaatkan kesempatan yang baik untuk beramal dan merenungi diri dihadapan Allah SWT.

Dalam mengakhiri ramadhan, alangkah baiknya kalau kita tidak bosan-bosannya mengoreksi dan memantau kembali diri kita. Sudah seberapa jauh tenaga, pikiran, dan perasaan kita untuk menghidupkan ramadhan. Bagaimana target amalan-amalan kita yang sudah kita canangkan dan sejauhmana tingkat keberhasilan ibadah kita, bagaimana sikap istiqomah kita dalam menjaga amalan-amalan Ramadhan? semuanya kita jawab dengan jujur oleh hati kita masing-masing.

Semangat ramadhan haruslah kita pelihara walaupun nanti ramadhan telah berakhir. Ini yang harus kita jaga. Begitu banyak pendidikan yang ada dalam madrasah ramadhan bagi kita umat Islam. Oleh karena itu marilah kita pelihara nilai-nilai istiqomah dalam iman, ibadah dan amal shaleh. Inilah semangat ramadhan dalam mengakhiri ramadhan.

Mudah-mudahan kita dan keluarga kita senantiasa diberi kesabaran untuk menjaga semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam bulan suci ramadhan. Semoga amal ibadah kita selama ini diterima disisi Allah SWT dan dicatat sebagai amal shaleh yang akan kita nikmati nanti diakherat.

Rasa syukur yang tak terhingga kita panjatkan kepada Sang Pencipta alam semesta dan seisinya ini karena berkat kemurahan-Nyalah kita bisa melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan ini. Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sama-sama merenungi kembali bagaimana ibadah puasa kita selama ini. Apakah puasa kita tahun ini lebih baik atau sebaliknya dari tahun-tahun yang telah kita lalui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s